Bubarnya Nazhir Organisasi

Bubarnya Nazhir Organisasi

By

Nazhir organisasi dapat bubar atau dibubarkan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Organisasi yang bersangkutan. Sedangkan untuk orang-orang yang berada dalam nazhir organisasi, jika ia meninggal, mengundurkan diri, berhalangan tetap atau dibatalkan kedudukannya sebagai nazhir, maka ia mesti diganti dan organisasi tersebut harus melaporkan kepada Kantor Urusan Agama (KUA) selanjutnya diteruskan kepada Badan Wakaf Indonesia (BWI) paling lambat tiga puluh hari sejak kejadian tersebut.

Kemudian, jika nazhir perwakilan daerah dari suatu organisasi tidak melaksanakan tugasnya. Tugas tersebut tidak dikerjakan dalam jangka waktu satu tahun sejak Akta Ikrar Wakaf (AIW) dibuat. Maka pengurus pusat organisasi bersangkutan wajib menyelesaikannya. Hal ini juga berlaku ketika nazhir melanggar ketentuan. Yaitu larangan dalam pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf sesuai dengan peruntukan yang tercantum dalam AIW.

Apabila permasalahan yang terjadi didalam nazhir organisasi tidak dapat diselesaikan oleh pengurus pusat, maka nazhir organisasi dapat diberhentikan dan diganti hak kenazhirannya oleh BWI dengan memperhatikan saran dan pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat. Penggantian atau pemberhentian nazhir tersebut dapat dilakukan Kepala KUA atas inisiatif sendiri atau usulan wakif serta ahli warisnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Terbaru