Proses Penukaran Status Harta Benda Wakaf

Proses Penukaran Status Harta Benda Wakaf

By

Proses penukaran status harta benda wakaf yang akan diubah statusnya diawali dari nazhir. Nantinya ia yang akan mengajukan permohonan tukar ganti kepada menteri agama melalui Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan setempat dengan menjelaskan alasan-alasan perubahan status tukar-menukar tersebut.

Kemudian, Kepala KUA kecamatan akan meneruskan permohonan tersebut kepada kantor departemen agama kabupaten/ kota. Setelah sampai di kantor departemen agama tingkat kabupaten/ kota, kepala kantornya akan membentuk tim dengan susunan pemerintah daerah, kantor pertanahan, Majelis Ulama Indonesia dan kantor departemen agama ditingkat kabupaten/ kota serta nazhir tanah wakaf yang bersangkutan.

Setelah tim terbentuk, bupati/ walikota akan membuat surat keputusan. Selanjutnya, kepala kantor departemen agama kabupaten/ kota akan meneruskan permohonan tersebut dengan dilampiri hasil penilaian dari tim kepada kepala kantor wilayah departemen agama provinsi. Setelah itu, kepala kantor departemen agama provinsi akan meneruskan permohonan tersebut kepada menteri.

Jika telah mendapatkan persetujuan tertulis dari menteri, maka tukar ganti dapat dilaksanakan. Hasilnya tersebut harus dilaporkan oleh nazhir ke kantor pertanahan dan lembaga terkait untuk pendaftaran lebih lanjut.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Terbaru