Wakaf Menurut Ahli Fiqih (1) - WAKAF AR RISALAH
Wakaf Menurut Ahli Fiqih (1)

Wakaf Menurut Ahli Fiqih (1)

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on telegram
Telegram

Terdapat perbedaan pandangan dari para ahli fiqih dalam mendefinisikan wakaf menurut istilah. Abu hanifah menjelaskan wakaf adalah menahan suatu benda yang menurut hukum, tetap milik wakif dalam rangka mempergunakan manfaatnya untuk kebaikan. Berdasarkan definisi tersebut maka kepemilikan harta benda wakaf tidak lepas dari wakif, bahkan ia dibenarkan kembali menariknya kembali dan ia boleh menjualnya.

Kemudian, jika wakif wafat, harta benda wakaf itu menjadi harta warisan untuk ahli warisnya. Jadi yang timbul dari wakaf hanyalah “menyumbang manfaat”. Jadi, definisi wakaf menurut mazhab Hanafi  adalah “Tidak melakukan suatu tindakan atas suatu benda, yang berstatus tetap sebagai hak milik, dengan menyedekahkan manfaatnya kepada suatu pihak kebajikan (sosial), baik sekarang maupun akan datang”.

Sedangkan, mazhab Maliki berpendapat wakaf tidak melepaskan dari kepemilikan wakif. Namun wakaf tersebut mencegah wakif melakukan tindakan yang dapat melepaskan kepemilikannya atas harta benda wakaf tersebut kepada yang lain. Ia juga wajib menyedekahkan manfaatnya serta tidak diperbolehkan menarik kembali wakafnya. Perbuatan wakif menjadikan manfaat hartanya untuk digunakan oleh mustahiq (penerima wakaf). Walaupun yang dimilikinya itu berbentuk upah, atau menjadikan hasilnya untuk dapat digunakan seperti mewakafkan uang.

Berita lainya